Buku ini sangat menarik untuk dibaca dan direnungkan, karena penulisnya tidak saja mampu mencoba mendeskripsikan secara sistematis dimensi historis pertemuan Tarekat dan NU dalam bingkai komunikasi politik, namun juga memberi penerangan yang substansial tentang pentingnya kekuatan moral
kita datang untuk kembali. kita sepertinya melangkah kedepan, tetapi hakikatya kita berjalan ke belakang. menuju muasal kita. Sepertihaklnya orang bertawaf, mengintari ka`bah. titik awalnya dari hajar aswad dan titik ahirnya di hajar aswad pula.
buku ini menjelaskan tentang jawaban fundamental terhadap fenomena ambivalen keragaman keagamaan yang sering terjadi konflik antarumat disebabkan oleh klaim kebenaran
Buku ini adalah buku pertama yang merupakan bagian dari trilogi Sapto Raharjo, yang membahas tentang dunia musik dan seni di Indonesia, sejak 1955-2004