Joko Pinurbo mennyatakan bahwa buku ini merupakan sekumpulan sajak yang menarasikan berbagai kejahatan dan kekejaman manusia terhadap manusia lain telah mempertajam pertanyaan: Apa sih arti puisi? Apa sih yang bisa diperbuat puisi ketika keindahan hanya menjadi selubung kesakitan?