aku sungguh ingin mencium bibirmu yang tipis dan beku itu. sekilas saja, seandainya mungkin. kuusahakan lekas tapi tak terburu-buru. kalau nanti batu di dadamu mencair dan mengalir lewat sudut sudut mata, aku akan menghapusnya, lalu duduk dekatmu saja. berjaga-jaga saja, sewaktu-waktu kau terjatuh atau pingsan dan perlu pelukan cuma-cuma.
di bawah terik matahari pukul satu siang, mirta berdiri di seberang jalan depan stasiun. sosok pengemis buta itu seperti patung kelaras pisang, kering, compang-camping dan gelisah.mirta merekam lingtang-pukang lalu lintas dengan kedua telinganya.
Buku yang berisi tentang kumpulan cerpen